Ilham Habibie Akui Perang Dagang AS-China Lebih Berpengaruh Terhadap Ekonomi Global, Dibandingkan Perang Fisik

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini dunia sedang tidak baik-baik saja, pasalnya perang atau konflik atar negara telah terjadi dimana-mana.

Sebagai informasi bahwa perang juga terbagi menjadi beberapa kategori, seperti perang dunia, perang saudara, perang ekonomi, perang agama, perang nuklir, perang dingin, dan perang gerilya.

Diketahui, saat ini telah terdapat beberapa perang ekonomi dan perang fisik nuklir yang telah terjadi secara nyata dan disaksikan oleh banyak negara di dunia, contoh nyata dari adanya perang tersebut ialah seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Perang nuklir antara negara Iran dan Israel.

Perang dagang dan perang nuklir antar beberapa negara tersebut telah terjadi selama berbulan-bulan, dan sampai saat ini konflik mereka tidak kunjung mereda, meskipun pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah melakukan mediasi antar dua belah pihak.

Perang yang terjadi dapat menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan manusia, seperti adanya krisis ekonomi, krisis sosial, kebakaran dimana-mana, perubahan budaya, penyebaran penyakit karena dampak dari nuklir, dan kerusakan alam.

Banyak pihak yang mengatakan bahwa jika perang fisik atau perang nuklir antara negara Iran dan Israel terjadi secara terus-menerus dan berkelanjutan, maka dunia akan semakin kacau serta terjadi kelaparan dimana-mana atau terjadi krisis ekonomi dunia, bahkan banyak negara sekutu yang akan membela satu sama lain dan menimbulkan perang dunia ketiga.

Baru-baru ini, Ilham Akbar Habibie mengatakan, perang fisik antar negara Iran dan Israel justru dampaknya tidak seburuk dari adanya perang non-fisik atau perang dagang antar negara Amerika Serikat dan China.

Menurut Ilham Akbar Habibie, perang dagang antara negara AS dan China justru akan berpengaruh negatif signifikan terhadap perekonomian global, dan banyak negara yang mulai merasakan kerugian besar karena adanya konflik dagang tersebut.

Ilham Akbar Habibie menjelaskan, negara AS dan China adalah dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, bahkan produk dari kedua negara tersebut telah menyebar luas di seluruh dunia, dan kualitasnya juga diakui oleh banyak negara di dunia.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini telah terdapat banyak negara yang perekonomiannya telah bergantung terhadap negara AS dan China, oleh karena itu, jika konflik kedua negara tersebut terus berlanjut, maka pasokan global akan terhambat, serta harga berbagai produk manufaktur akan meningkat drastis, biaya produksi melonjak, dan menyusutnya kebutuhan tenaga kerja di seluruh dunia.

Ilham Akbar Habibie mengaku bahwa negara Indonesia memang tidak terlibat langsung dalam perang dagang AS-China, tetapi negara Indonesia akan terkena dampak domino dalam perang dagang tersebut, alhasil membuat rantai pasokan industri terhambat serta bahan baku terus mengalami peningkatan harga.

Salah satu industri Indonesia yang paling merasakan dampak negatif dari perang dagang AS-China adalah industri teknologi, pasalnya seluruh komponen industri teknologi di Indonesia, di datangkan langsung dari negara AS dan China.

 

Indonesia Maju

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Ilham Akbar Habibie mengatakan, kita negara Indonesia tidak boleh terlalu ketergantungan terhadap komponen elektronik dari luar negeri, terutama negara AS dan China.

Menurut Ilham Akbar Habibie, kita harus menjadi negara yang kuat, hebat, dan dapat menciptakan inovasi baru serta gebrakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya,

Negara Indonesia harus dapat melakukan ATM (Amati-Tiru-Modifikasi) terhadap komponen elektronik atau alat industri dari negara luar.

Ilham Akbar Habibie mengaku bahwa negara Indonesia adalah negara yang sangat kaya, dan kita harus memanfaatkan kekayaan tersebut dengan bijak untuk kemajuan bangsa dan negara, dan meraih cita-cita menjadi Indonesia Emas 2045.

Disisi lain, Ilham Akbar Habibie optimis bahwa dengan adanya upaya yang maksimal dan dukungan finansial yang cukup, maka kita dapat menciptakan industri teknologi yang hebat serta dapat bersaing dengan negara maju.

Related posts